Selasa, 14 November 2023

7 Cara Menanam Cabai Saat Musim Hujan,PETANI CABAI WAJIB TAHU TIPS INI

 7 Cara Menanam Cabai Saat Musim Hujan,PETANI CABAI WAJIB TAHU TIPS INI

Bunga tanaman cabai bisa rontok dan akar membusuk ketika memasuki musim hujan 15 November 2023 

gambar: mediatani.co


Tanaman cabai termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Budidaya tanaman cabai bisa dibilang mudah apabila di budidayakan pada saat musim panas. Namun, dibutuhkan perawatan khusus ketika memasuki musim hujan. Pasalnya bunga tanaman bisa rontok dan akar membusuk ketika musim hujan. 




Dan hal ini sahabat tani bisa disebabkan oleh banyaknya air hujan yang diserap oleh tanah. Untuk mengatasinya, sahabat tani perlu memastikan tanah tidak terlalu basah, tetapi tetap lembap. Untuk memudahkan petani merawat tanaman cabai, berikut ini Ruangorganik.com merangkum beberapa cara menanam cabai saat musim hujan dikutip dari laman resmi Kementerian RI

1. Tinggikan tanah atau bedengan



gambar : thegorbalsa.com

Hal pertama yang perlu dilakukan, yakni meninggikan bedengan tanah sebelum menanam cabai. Gbedengan tanah yang terlalu rendah bisa mengakibatkan tanah menyerap air hujan terlalu banyak, sehingga tanah menjadi becek. Dan tanah yang becek bisa meningkatkan risiko infeksi jamur dan bakteri. Selain itu tanah becek bisa mempercepat pembusukan akar tanaman cabai dan menyebabkan spora dari patogen antraknosa berkembang biak.

Taktik jitu mempercepat pertumbuhan tanaman cabai

Cara mengatasi layu fusarium


2. Rutin mengecek pH tanah

gambar : superapp.id


Telah disinggung sebelumnya bahwa kondisi tanah yang ideal untuk tanaman cabai, yakni tanah yang lembap dengan pH antara 5,5 sampai 6,5. Tingkat keasaman tanah bisa meningkat apabila terlalu sering menyerap air hujan. Oleh karena itu petani perlu mengecek pH tanah saat melakukan pengolahan tanah. Apabila tanah terlalu becek, sebaiknya tutup tanah dengan plastik mulsa agar tidak terkena air hujan terus menerus.Sebaliknya apabila pH tanah terlalu rendah, sebaiknya bisa taburkan kapur dolomit atau kiserit secara merata


3. Hindari pemberian pupuk nitrogen

gambar : guruilmuan.blogspot.id


Memasuki musim hujan, kandungan nitrogen bebas di udara cukup tinggi. Kandungan nitrogen itu bisa membantu pertumbuhan daun dan pucuk batang tanaman cabai. Oleh karena itu, tanaman cabai tidak membutuhkan tambahan pupuk nitrogen seperti ZA dan UREA pada saat musim hujan. Pemberian pupuk nitrogen tambahan yang berlebihan bisa menyuburkan perkembangan jamur patogen hingga mengakibatkan tanaman cabai mudah busuk dan akhirnya tanaman akan mati.


 4. Memanfaatkan perkembangan jamur 

gambar : guruilmuan.blogspot.id


Tidak semua jamur membahayakan pertumbuhan tanaman cabai.petani cabai masih bisa memanfaatkan perkembangan jamur baik seperti Trichoderma, Gliocladium, dan Mikoriza untuk mengendalikan perkembangan jamur patogen yang merugikan tanaman cabai. Jamur-jamur tersebut bisa membantu proses pengomposan zat organik sebagai pupuk dasar, sehingga mudah diserap oleh akar tanaman cabai. Selain itu, jamur baik juga bisa mencegah serangan berbagai bakteri yang mempercepat pembusukan tanaman cabai.



5. Mengatur jarak tanaman



Apabila sahabat tani menanam ribuan pohon cabai, maka sebaiknya berilah jarak antar tanaman ketika memasuki musim hujan. Berilah jarak sekitar 40-50 cm antar tanaman agar penyerapan air bisa merata. Jarak antar tanaman cabai juga diperlukan agar cahaya matahari bisa diserap merata hingga ke bagian akar tanaman. Apabila tanaman cabai mendapat cahaya matahari yang cukup, maka jamur dan bakteri akan mati. 


6. Tutup tanah dengan plastik mulsa



Untuk mencegah penyerapan air hujan yang terlalu banyak,petani sebaiknya menutup bedengan tanah menggunakan plastik mulsa. Plastik mulsa akan menghalangi tanah menyerap terlalu banyak air hujan dan mengalirkan air hujan ke saluran irigasi yang telah disiapkan. Tak hanya itu, penggunaan plastik mulsa juga bisa mengurangi air yang diserap oleh akar tanaman cabai, sehingga tidak terjadi pembusukan atau perkembangbiakan jamur.



 7. Menyemprotkan kalsium dan kalium



 Para petani cabai perlu menambah daya tahan tanaman cabai terhadap serangan bakteri dan jamur jahat dengan menyemprotkan kalium dan kalsium. Kandungan kalium dan kalsium bisa menyehatkan tanaman sehingga bisa mengurangi risiko infeksi jamur dan bakteri. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan kalium serta kalsium tidak benar-benar membuat tanaman cabai terbebas dari jamur dan bakteri. para petani cabai tetap perlu memperhatikan tingkat keasaman tanah agar tidak ada bakteri dan jamur yang berkembang biak.



 Menanam dan merawat tanaman cabai di musim penghujan memang tidak mudah. Mama perlu memantau perkembangan tanaman cabai setiap saat agar tidak ada penyakit, hama, maupun jamur yang menyerang. 





Tidak ada komentar:

Postingan Unggulan

Cara Semai Seledri yang Benar agar Cepat Tumbuh

Cara Semai Seledri yang Benar agar Cepat Tumbuh Gambar : Ryn Farm  | Urban Gardening Seledri termasuk jenis tanaman yang biasa tumbuh di dat...

Postingan Populer