Selasa, 19 Maret 2024

Tips Tanam Cabai Rawit di Pekarangan Rumah : Metode Potong Pucuk yang Hasilkan Tanaman Berbuah Lebat!

 Cabai rawit merupakan tanaman yang diminati oleh sebagian orang. Rasa pedasnya dapat menggugah selera makan sehingga membuat manusia terus menambah lauk. Dewasa ini harga cabai rawit semakin melonjak.


SUMBER : Youtube Ryn Farm | Urban Gardening



Oleh karenanya, menanam cabai rawit di area pekarangan rumah dapat menjadi jalan keluar. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan tips menanam cabai rawit dengan mudah. teknik yang akan kita gunakan dapat membuat tanaman cabai berbuah lebat loh! Simak selengkapnya!


Menyiapkan media tanam


Media tanam yang akan kita gunakan kali ini adalah campuran tanah, sekam, kompos, dan pupuk kandang. Kompos akan menyalurkan nutrisi baik untuk tanaman karena ia merupakan fermentasi sampah dapur non plastik. Rasio yang digunakan dalam setiap campuran adalah 1:1. Campurkan semua komposisi dan aduk hingga rata.

Baca juga : Ini Cara Praktis Buat Pupuk dari Daun Kelor SIRAJA PUPUK ❗️

Penyemaian benih


Wadah yang digunakan dapat berupa polybag ataupun wadah apa saja. Setelah media tanam telah dimasukkan pada polybag/ wadah, kita bisa mulai melakukan proses penyemaian. Benih cabai rawit mempunyai jenis yang bermacam-macam, sebagai referensi, Anda dapat menggunakan jenis benih cabai rawit prentul dan sigantung. Anda dapat menaburkan 3-4 benih dalam satu polybag. Tutup benih dengan media tanam dan siram hingga lembab.


Proses potong pucuk


Kelembaban harus dijaga hingga benih tumbuh. Pada usia 15-20 hari, mulai tampak daun yang muncul. Pada masa ini, Anda dapat memotong pucuk 3 daun dari atas. Proses ini berupaya untuk menghasilkan tunas baru yang muncul lebih banyak sehingga mencipta tanaman cabai yang lebat. Siramlah area bekas potongan dengan air rendaman kulit bawang untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan pembusukan.


Penyemprotan pestisida nabati alami


Menanam sayuran tak bisa terlepas dari munculnya hama yang menyerang. Oleh karenanya Anda dapat melakukan penyemprotan pestisida alami nabati secara rutin. Selain berfungsi untuk menangkal hama, penyemprotan pestisida juga berguna untuk menangkal jamur dan daun keriting.

Baca juga : Cara Membuat Pupuk Organik Penyubur Tanaman Dari Daun Kelor❗️

Pemupukan


Pupuk yang digunakan dapat menggunakan pupuk yang tersedia di toko-toko maupun pupuk organik. Namun, tentunya pupuk organik yang dapat kita buat sendiri dapat menghemat pengeluaran. Pembuatan pupuk organik kali ini memanfaatkan sisa kulit pisang. Potonglah kulit pisang menjadi beberapa bagian kemudian rendam dengan air selama satu minggu. Air rendaman ini akan menjadi nutrisi baik untuk tanaman. Lakukan pemupukan setiap 1-2 kali dalam seminggu.


Proses pemangkasan


Jika terdapat cabang yang tidak produktif, Anda dapat memangkas cabang tersebut supaya penyaluran nutrisi berfokus untuk pertumbuhan bunga dan buah. Pun jika terdapat daun yang telah menguning, Anda dapat memangkasnya pula.


Masa panen


Tanaman cabai rawit dapat dipanen saat usianya menginjak tiga bulan. Namun jika Anda menginginkan tanaman cabai yang lebih merona, Anda dapat menunggunya hingga usianya mencapai empat bulan. Teknik potong pucuk yang kita terapkan pada tahap sebelumnya menghasilan tanaman cabai yang berbuah lebat. Kini Anda bisa memanen cabai rawit dengan perasaan puas.


bukan hanya mengajarkan kita untuk merawat tanaman, namun ia pun mengajarkan kita tentang arti kesabaran. Tanaman cabai yang Anda rawat dengan sepenuh hati akan menghasilkan buah yang lebat. Kini Anda tak payah untuk membeli cabai di pasar, karena cabai rawit sudah tersedia di pekarangan rumah Anda. Selamat mencoba! 


Ingat Berkebun Ingat Ryn Farm😊


Tidak ada komentar:

Postingan Unggulan

Cara Semai Seledri yang Benar agar Cepat Tumbuh

Cara Semai Seledri yang Benar agar Cepat Tumbuh Gambar : Ryn Farm  | Urban Gardening Seledri termasuk jenis tanaman yang biasa tumbuh di dat...

Postingan Populer